Perkumpulan Program Studi dan Dosen Hukum Ekonomi Syariah Indonesia (POSDHESI) sukses menyelenggarakan webinar nasional yang dirangkaikan dengan halal bihalal pada Sabtu, 25 April 2026. Mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Dosen Hukum Ekonomi Syariah ke Arah Penguatan Kemampuan Lulusan dalam Kompetisi Global,” kegiatan ini menjadi panggung penting peneguhan agenda revolusi riset dosen Hukum Ekonomi Syariah (HES) sebagai fondasi penguatan daya saing lulusan di level global.

Kegiatan yang berlangsung daring melalui Zoom Meeting sejak pukul 09.00 WIB ini dibuka oleh MC Endang Sriani, dosen Hukum Ekonomi Syariah UIN Salatiga, dalam suasana hangat yang memadukan nuansa akademik dan silaturahmi pasca-Idulfitri. Webinar ini menjadi ruang strategis bagi dosen dan pengelola program studi HES dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat sinergi, refleksi, sekaligus merumuskan arah transformasi keilmuan HES ke depan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum POSDHESI Dr. Abdul Mujib, M.Ag. menyoroti tantangan besar dunia hukum ekonomi syariah di tengah percepatan teknologi dan dinamika industri. Menurutnya, inovasi seperti smart contract dan transformasi digital bisnis syariah menuntut respons akademik yang jauh lebih progresif. Namun, ia menilai pengajaran hukum masih cenderung normatif dan belum sepenuhnya responsif terhadap perkembangan tersebut.

“Pengajaran hukum tidak cukup berhenti pada teks dan norma. Diperlukan paradigma baru yang berbasis inovasi, riset, dan respons atas kebutuhan industri agar lulusan HES mampu bersaing secara global,” tegasnya. Ia menempatkan webinar ini sebagai bagian dari langkah strategis membangun masa depan program studi HES di Indonesia.

Pada sesi halal bihalal, Guru Besar Hukum Ekonomi Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Fakhruddin, M.H.I. menyampaikan tiga refleksi penting: refleksi diri, refleksi kelembagaan, dan refleksi masa depan. Ia menekankan bahwa dosen HES harus terus menguatkan kompetensi keilmuan yang bernilai spiritual, membangun kelembagaan yang kolaboratif melalui POSDHESI, serta serius mempersiapkan keberlanjutan institusi dan masa depan mahasiswa.

Puncak acara menghadirkan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron Samsudin, M.A., dengan moderator Fauzul Hanif Noor Athief, Lc., M.Sc. dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dalam paparannya, Prof. Sahiron menegaskan urgensi revolusi riset dosen HES sebagai jalan transformasi mutu pendidikan tinggi keagamaan.

Menurutnya, terdapat dua langkah strategis untuk memperkuat kualitas SDM HES. Pertama, memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan, tidak hanya bertumpu pada literatur klasik, tetapi juga aktif mengakses perkembangan riset kontemporer, khususnya lima tahun terakhir. Kedua, memperkuat penguasaan bahasa asing sebagai pintu masuk ke khazanah keilmuan global.

Lebih jauh, Prof. Sahiron menekankan bahwa penguatan kapasitas dosen tidak dapat dipisahkan dari integrasi riset, pengabdian kepada masyarakat (PkM), dan pengajaran. Ia menegaskan bahwa riset harus menjadi basis utama pembelajaran agar materi tidak berhenti pada tataran normatif, melainkan bertumpu pada temuan empiris dan perkembangan mutakhir.

“Dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga meneliti dan mengabdi. Ketiganya harus terintegrasi agar pembelajaran menjadi kontekstual dan berdampak. Ketika riset dan PkM masuk ke ruang kelas, mahasiswa akan lebih siap menghadapi realitas dan tantangan global,” tegas Prof. Sahiron.

Pesan tersebut menjadi penekanan kuat bahwa revolusi riset bukan semata peningkatan produktivitas publikasi, melainkan transformasi paradigma akademik dosen HES agar mampu melahirkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan kompetitif di tingkat internasional.

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif dengan berbagai pandangan terkait strategi penguatan kurikulum, integrasi riset dalam pembelajaran, hingga pengembangan kompetensi lulusan HES menghadapi kompetisi global. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya komitmen bersama untuk menjadikan riset sebagai episentrum pembaruan pendidikan HES.

Melalui kegiatan ini, POSDHESI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi motor penggerak penguatan kapasitas akademik dan profesional dosen Hukum Ekonomi Syariah. Webinar ini sekaligus menjadi penanda penting bahwa agenda revolusi riset dosen HES bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan untuk melahirkan lulusan berdaya saing global dan menjawab tantangan zaman.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account